IFS menguji beberapa kondisi secara berurutan dan mengembalikan hasil dari kondisi pertama yang bernilai TRUE. Rumusnya lebih ringkas daripada IF bertingkat.
Sintaks rumus IFS
=IFS(logical_test1, value_if_true1, [logical_test2, value_if_true2], ...)- logical_test1, value_if_true1 (wajib): kondisi pertama dan hasilnya.
- Pasangan berikutnya opsional, hingga 127 kondisi.
Contoh rumus IFS
=IFS(B2>=90,"A",B2>=75,"B",TRUE,"C")Kondisi TRUE di pasangan terakhir berfungsi sebagai hasil lain-lain, karena TRUE selalu terpenuhi.
Kenapa IFS menghasilkan #N/A?
IFS menghasilkan #N/A bila tidak ada satu pun kondisi yang bernilai TRUE. Tambahkan TRUE di pasangan terakhir supaya selalu ada hasil.
Yang dibahas di video
- Menguji beberapa kondisi berurutan tanpa Nested IF, sehingga rumus lebih ringkas dan mudah dibaca